Desa Kemlagi
Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto
Kajian Tiga Pertanyaan Mendasar Kehidupan Manusia

https://kemlagi-mjkkab.desa.id/ - Hujan menguyur dikawasan Desa Kemlagi sejak sore hari sampai dengan pelaksanaan kegiatan dalam rangka Khotmil Qur'an dan Ngaji Maleman di Musholla Al-Huda Kemlagi Selatan Desa Kemlagi tidak menyurutkan semangat jamaah dari penjuru Desa Kemlagi untuk hadir mengikuti kegiatan tersebut. Hal ini terbukti dengan hadirnya kurang lebih 400 jamaah atau warga Desa Kemlagi.
Tepat pada malam 27 Ramadhan 1447 H atau 16 Maret 2026 ta'mir Musholla Al-Huda Kemlagi Selatan mengadakan kegiatan malam 27-an dengan menghadirkan pembicara atau da'i Gus Sholikhin dari Mojokerto. Dan seperti biasanya sebelum tausiyah dilaksanakan, acara diawali dengan pembacaan tahlil, shalawat Nabi, sambutan ta'mir dan sambutan Kepala Desa Kemlagi yang dilanjutkan dengan pemberian bantuan dari Pemdes Kemlagi untuk biaya pemeliharaan musholla Al-Huda Kemlagi Selatan.
Selanjutnya acara inti yakni ceramah agama atau tausiyah yang disampaikan oleh Gus Sholikhin yang mengambil pokok bahasan tentang kajian tiga pertanyaan mendasar kehidupan manusia yakni Dari Mana, Untuk Apa dan Mau Kemana ? Dari apa yang telah disampaikan Gus Sholikhin, Tim merangkum sebagai berikut :
Dari Mana Kita Berasal ?
Manusia akan memperoleh jawaban pertanyaan itu ketika menggunakan akal untuk berpikir dengan memahami dalil dari Al-Qur’an. Allah menurunkan lima ayat pertama surat Al-Alaq sebagai jawabannya. Salah satu ayatnya berbunyi bahwa manusia diciptakan dari segumpal darah dari Sang Pencipta. Dengan demikian, manusia diciptakan oleh Sang Pencipta, dalam hal ini adalah Allah menurut Gus Sholikhin.
Untuk Apa Kita Hidup ?
Jawaban dari pertanyaan pertama tidaklah cukup sehingga perlu ada jawaban lain yang mendukungnya, yaitu tujuan hidup manusia. Ketika manusia sudah mengetahui bahwa manusia diciptakan oleh Sang Pencipta, tentunya Sang Pencipta memberikan informasi kepada manusia, salah satunya mengenai tujuan hidup.
Dalam Islam, informasi yang benar berasal dari Al-Qur’an karena kitab suci tersebut berasal dari Allah. Allah telah memberikan jawabannya melalui Al-Qur’an ini. Salah satunya melalui surat Al-Bayyinah ayat lima. Dalam ayat tersebut, Gus Sholikhin menjelaskan bahwa tujuan manusia hidup adalah untuk beribadah kepada Allah.
“Puncak dari penciptaan manusia itu adalah menjadi seorang penghamba, menjadi orang yang menyembah, orang yang tunduk kepada Allah SWT. Jadi tujuan hidup kita adalah ujungnya mengarah ibadah kepada Allah SWT,” jelas Gus Sholikhin
Mau Kemana Setelah Hidup ?
Gus Sholikhin menjelaskan bahwa terdapat dua fase kehidupan manusia, yaitu fase sebelum kehidupan dan fase setelah kehidupan. Fase setelah kehidupan inilah yang menjadi jawaban atas pertanyaan ketiga tersebut, yaitu penentuan masuk surga atau neraka setelah melalui perhitungan amal.
Setelah manusia menemukan ketiga jawaban tersebut, mereka tidak akan mengalami kebingungan kembali. “Insya Allah tidak akan ada generasi-generasi yang bimbang hidupnya ketika telah menemukan jawaban atas tiga pertanyaan tadi,” tutur Gus Sholikhin.
Sebagai penutup, Gus Sholikhin mengajak semua jamaah warga Desa Kemlagi untuk memanfaatkan momen yang Allah SWT telah memberikan keistimewaan pada 10 malam hari terakhir ini adalah malam lailatul qadar terutama pada malam-malam ganjil dengan selalu beriktikaf didalam masjid dan menambah ibadah kepada Allah SWT serta jangan lupa untuk mengeluarkan zakat fitra.
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi



M.rasyid
10 Februari 2026 20:10:04
Lanjut pak Supri semoga RT.03 RW.03 semakin mantap...