Desa Kemlagi
Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto
Halal Bi Halal Pemerintah Desa dan Kelembagaan Desa Kemlagi Bersama KH Imam Muhajir Mojokerto

https://kemlagi-mjkkab.desa.id/ - Sudah menjadi agenda Pemerintah Desa Kemlagi setiap tahun yakni pada bulan Syawal atau dalam rangka Hari Raya Idul Fitri menyelenggarakan kegiatan yang bernama halal bi halal atau silaturrahim bersama dengan lembaga-lembaga yang ada di Desa Kemlagi. Pada tahun ini diselenggarakan di Balai Desa Kemlagi hari Jum'at tanggal 10 April 2026 mulai jam 19.30 WIB atau setelah shalat isya sampai dengan jam 22.00 WIB.
Kegiatan halal bi halal kali ini mengadirkan penceramah agama atau muidoh hasanah KH Imam Muhajir dari Mojokerto yang juga selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2 Mojosari - Mojokerto. Juga pada kegiatan ini memperkenalkan grup shalawat Syubbanusy Syimali dari Dusun Kemlagi Utara Desa Kemlagi Kec.Kemlagi Kab.Mojokerto.
Dalam awal sambutannya Kepala Desa Kemlagi, Bapak Abd. Wahab, SE atas nama pribadi maupun Pemerintah Desa Kemlagi menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh kelembagaan desa yang hadir pada khususnya maupun seluruh masyarakat Desa Kemlagi pada umumnya.
"Kita patut bersyukur karena pada tahun ini kita masih bisa melaksanakan ibadah di bulan ramadhan dilanjutkan dengan halal bi halal Hari Raya Idul Fitri 1447 H, dan semoga hikmah dari ibadah di bulan ramadhan ini kita bisa meningkatkan ibadah kita di hari-hari berikutnya", pungkas Kepala Desa Kemlagi.
Kemudian acara yang utama yakni mauidoh hasanah yang disampaikan oleh KH Imam Muhajir dari Mojokerto dengan bahasa dan gaya ceramah yang mudah dipahami serta sering diselingi dengan candaan yang membuat pendengarnya tidak bosan untuk menyimaknya. Diawal ceramahnya KH Imam Muhajir menuturkan terkait pentingnya silaturrahim bahwa disalah satu riwayat umat Nabi Dawud sudah ditakdir oleh Allah SWT umur umat tersebut adalah misalnya usia 70 tahun, namun karena umat tersebut sering atau suka bersilaturrahim, maka oleh Allah SWT umurnya dipanjangkan menjadi 90 tahun atau bertambah panjang selama 20 tahun.
Lantas isi ceramah yang paling utama dari KH Imam Muhajir pada kesempatan kali ini yang sempat di catat oleh Tim Pengelola Informasi adalah adanya 3 (tiga) tanda orang yang bertaqwa sebagaimana dalam QS Ali Imron ayat 133-134:
وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ
“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabbmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,"
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
“(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
Senantiasa Berinfak di Jalan Allah
Senantiasa berinfak di jalan Allah subhanahu wata ‘ala dalam keadaan lapang atau pun sempit. Apalagi berinfak di bulan Ramadan ini. Bulan Ramadan sudah jelas lebih besar dan berlipat ganda pahala dan ganjarannya. Sebab, di antara tiga amalan utama di bulan Ramadan salah satunya adalah berinfak atau bersedekah.
Jadi, ciri pertama orang bertakwa yang akan mendapatkan maghfirah dan akan mendapatkan surga yang luasnya seperti langit dan bumi yaitu orang-orang yang gemar membelajakan hartanya di jalan Allah subhanahu wata ‘ala. Baik dalam kondisi susah maupun mudah.
Bisa Menahan Emosi atau Marah
Salah satu cara yang diajarkan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengendalikan rasa marah, yaitu apabila seseorang marah sedang dia dalam kondisi berdiri, hendaklah ia duduk; jika tetap marah, hendaklah ia berbaring; jika tetap marah, hendaklah ia berwudhu dan jika tetap marah juga, hendaklah ia shalat.
Kenapa harus dengan wudhu? Sebab, marah itu bagian dari setan dan setan itu tercipta dari api, dan api hanya bisa dipadamkan dengan air sebagaimana petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan hampir semua kejahatan yang terjadi yang sampai bisa melukai orang lain atau menzalimi bahkan menghilangkan nyawa orang lain itu pangkal masalahnya adalah tidak bisa menahan rasa marah.
Mudah Memaafkan
Sifat ketiga orang bertakwa yang akan mendapatkan maghfirah dan masuk ke surga Allah subhanahu wata ‘ala adalah orang yang mau memaafkan orang lain.
Marilah kita mencontoh orang-orang saleh terdahulu yang mudah memaafkan kesalahan sesama.
Nabi Yusuf ‘alaihissalam semasa kecil dimusuhi oleh saudara-saudaranya. Hingga mereka berhasil memisahkan Yusuf kecil dari Ya’qub ‘alaihissalam, ayahanda tercinta, selama hampir empat puluh tahun lamanya. Dibuang di sumur, dijadikan budak, dijual dengan harga yang murah, beliau rasakan.
Namun, apa yang terjadi? Setelah Allah mengangkat Nabi Yusuf menjadi Nabi, setelah Allah membebaskannya dari perbudakan, menjadikannya bendaharawan Al-Aziz, Raja Mesir. Setelah Mesir berada di bawah kekuasaannya, dan saudara-saudaranya yang dahulu berniat membunuhnya datang memohon belas kasihan.
Sebelum saudara-saudaranya meminta maaf, beliau sudah memaafkan. Bahkan memohonkan agar Allah mengampuni mereka. Inilah contoh sifat mudah memaafkan yang sesungguhnya.
Selengkapnya bisa disimak di kanal Youtube Desa Kemlagi
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi



M.rasyid
10 Februari 2026 20:10:04
Lanjut pak Supri semoga RT.03 RW.03 semakin mantap...