Desa Kemlagi
Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto
Kapan Lailatul Qadar Turun

https://kemlagi-mjkkab.desa.id/ - KH. M. Najib Muhammad dari Denanyar Jombang lebih akrab di panggil Gus Najib pada hari ini Sabtu, 14 Maret 2026 atau bertepatan dengan malam 25 Ramadhan 1447 H memberikan tausiyah di Musholla As-Sami'oen Kemlagi Timur Desa Kemlagi.
Meski hujan turun sebelum dan sepanjang acara dilaksanakan, tidak menyurutkan semangat para jamaah dari seluruh penjuru Desa Kemlagi untuk mendengarkan tausiyah Gus Najib Pengasuh Pondok Pesantren Al-Madienah Denanyar, Jombang.
Sebelum tausiyah yang disampaikan Gus Najib tentunya ada beberapa acara yang mengawalinya termasuk tahlilan, mahalul qiyam, dilanjutkan dengan sambutan ta'mir musholla dan juga sambutan Kepala Desa Kemlagi Bapak Abd. Wahab, SE yang disambung dengan pemberian bantuan untuk pemeliharaan musholla yang diberikan oleh Pak Kades kepada ta'mir musholla Abah Ach. Sholeh, S. PdI.
Selanjutnya tausiyah yang disampaikan oleh Gus Najib yang mengambil tema kapan malam lailatul qadar itu turun. Pada intinya beliau menyampaikan beberpa pendapat para alim ulama terkait dengan hal tersebut.
Di antara keistimewaan bulan Ramadhan adalah terdapat malam mulia, satu malam yang disebut dalam Al-Qur'an surat Al-Qodr sebagai malam yang lebih baik dari pada seribu bulan, itulah Lailatul Qadar.
Betapa mulianya Lailatul Qadar, sehingga banyak diantara orang-orang Islam memburu malam tersebut agar mendapatkan kemuliaannya dengan berbagai macam ibadah, terutama saat sepuluh hari terakhir di Bulan Ramadhan.
Beberapa Ulama bahkan dapat memberikan prediksi jatuhnya Lailatul Qadar dengan metodenya masing-masing. Seperti disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syato dalam kitab I’anatut Thaalibiin juz II halaman 257 yang mengutip pendapat Hujjatul Islam Imam Abu Hamid Al-Ghazali:
Imam Al-Ghazali berkata: Jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu maka lailatul qadar malam terjadi pada malam ke-29. Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qadar terjadi pada malam ke-21. Jika awal Ramadhan hari Selasa atau Jumat maka lailatul qadar terjadi pada malam ke-27. Jika awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qadar terjadi pada malam ke-25. Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qadar terjadi pada malam ke-23.
Sedikit berbeda dengan yang dijelaskan Imam Al-Ghazali, Syaikh Ahmad bin Muhammad al-Sawi al-Misri al-Khalwati mengutip pendapat Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzili mengenai prediksi lailatul qadar. Dalam kitab karyanya yang berjudul Hasyiyah Ash-Shaawi penjelasan dari kutab tafsir Jalalain juz IV halaman 337 ia berkata:
Diriwayatkan dari Syaikh Abul Hasan Asy-Syadzili: Jika awal Ramadhan hari Ahad maka lailatul qadar malam 29. Jika awal Ramadhan hari Senin maka lailatul qadar malam 21. Jika awal Ramadhan hari Selasa maka lailatul qadar malam 27. Jika awal Ramadhan hari Rabu maka lailatul qadar malam 19. Jika awal Ramadhan hari Kamis maka lailatul qadar malam 25. Jika awal Ramadhan hari Jumat maka lailatul qadar malam 17. Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka lailatul qadar malam 23.
Sedangkan dalam kitab Hasyiyah al Bajuri Penjelasan dari kitab Fathul Qarin milik Ibni Qasim al-Ghaazi juz I halaman 304. Syaikh Ibrahim Al-Bajuri menyebutkan nadzom mengenai prediksi terjadinya lailatul qadar yang dirumuskan oleh para ulama, dirinya mengatakan:
Jika awal Ramadhan hari Jumat, maka lailatul qadar malam 29. Jika awal Ramadhan hari Sabtu, maka lailatul qodar malam 21. Jika awal Ramadhan hari Ahad, maka lailatul qadar malam 27. Jika awal Ramadhan hari Senin, maka lailatul qadar malam 29. Jika awal Ramadhan hari Selasa, maka lailatul qadar malam 25. Jika awal Ramadhan hari Rabu, maka lailatul qadar malam 27. Jika awal Ramadhan hari Kamis, maka malam ganjil setelah malam 20.
Apa yang disebutkan diatas tentunya hanya prediksi, tentunya hal itu tetap menjadi rahasia Allah SWT untuk memberikan kemuliaan lailatul qadar ini kepada hamba-Nya yang ia kehendaki. Dan secara umum, potensi besar terjadinya lailatul qadar adalah saat memasuki sepuluh akhir Bulan Ramadhan, tepatnya di tanggal-tanggal ganjil seperti yang disabdakan Rasulullah SAW:
Carilah lailatul qadar di malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. (HR Bukhari). Wallahu a'lam bisshawab.
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi



M.rasyid
10 Februari 2026 20:10:04
Lanjut pak Supri semoga RT.03 RW.03 semakin mantap...