Desa Kemlagi
Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto
Malam Lailatul Qadar Dilatarbelakangi Kisah Nabi Syam'un Al-Ghozi

https://kemlagi-mjkkab.desa.id/ - Ta'mir Musholla An-Nur Kemlagi Barat Desa Kemlagi mengadakan kegiatan maleman yakni khataman Al-Qur'an dan ceramah agama atau tausiyah. Kegiatan yang dilaksanakan tepat malam 21 Ramadhan 1447 H atau 10 Maret 2026 dihadiri oleh sekitar 700 jamaah.
Hadir pula pada kegiatan tersebut Kepala Desa Kemlagi beserta perangkatnya dan pada kesempatan tersebut Bapak Abd. Wahab, SE selaku Kepala Desa Kemlagi memberikan bantuan keuangan untuk pemeliharaan Musholla An-Nur Kemlagi Barat yang diterimakan langsung kepada Bapak Badrul Munir (Ketua Ta'mir Musholla An-Nur).
Kemudian pada acara inti yakni tausiyah atau ceramah agama dengan menghadirkan mubaligh muda dari Jombang yang sempat viral dan pernah diundang (7 tahun yang lalu) di salah satu stasiun televisi nasional pada acara Hitam Putih yakni Gus Rian Adji Prasetya.
Gus yang satu ini memang terkenal dengan ceramahnya yang selalu mengajak jamaahnya mengaji secara santai bahkan sering dibarengi dengan candaan yang membuat jamaah tetap antusias mengikuti pengajiannya.
Kali ini tema yang dibawakan oleh Gus Rian Adji Prasetya adalah kisah dari Nabi Syam'un Al-Ghozi yang melatarbelakangi adanya malam lailatul qadar serta sebagai asbabun nuzul-nya Surat Al-Qadar.
Meski cara penyampaian dakwah kepada jamaah dilakukan dengan santai bahkan diselingi candaan, berikut ini garis besar terkait tema ceramah yang dapat kami rangkum, semoga bermanfaat:
Dikisahkan bahwa Nabi Syam'un Al-Ghazi dalam peperangan di jalan Allah SWT mampu bertahan setiap hari sepanjang usianya yang 1000 bulan atau 83 tahun 4 bulan.
Musuh-musuh kafir pun tidak berdaya menghadapi serangan Nabi Syam'un Al-Qhozi ini. Sehingga, mereka berusaha untuk membujuk istri Nabi Syam'un untuk menjebaknya.
"Kami akan menghadiahkan kepadamu sejumlah harta kalau kamu dapat membunuh suamimu," kata mereka yang berusaha membujuk istri Nabi Syam'un.
"Aku seorang wanita, mana mampu untuk membunuhnya?" jawab istri Nabi Syam'un.
"Kami akan memberimu tali (tambang) yang kuat, ikatlah kedua kaki dan tangan suamimu di saat ia sedang tidur, nanti sesudah itu kamilah yang akan membunuhnya," ucap mereka.
Kemudian, istrinya itu mengikat Nabi Syam'un pada waktu ia tertidur, dan ketika Syam'un terbangun, ia terkejut. Nabi Syam'un berkata, "Siapakah yang mengikatku dengan tali (tambang) ini?"
"Aku yang mengikatmu untuk sekedar menguji sejauh mana kekuatanmu," jawab istri Nabi Syam'un. Lalu Nabi Syam'un segera menarik tangannya dan tali tambang itupun langsung terpotong.
Setelah itu, musuh-musuh kafir itu kembali lagi membawakan istri Nabi Syam'un rantai besi, lalu ketika Nabi Syam'un tertidur, istrinya kembali mengikat Nabi Syam'un dengan rantai besi itu, ketika Nabi Syam'un terbangun, ia kembali bertanya, "Siapakah yang mengikat aku dengan rantai besi ini?"
"Aku yang mengikatmu, sekedar untuk mengetahui sejauh mana kekuatanmu," jawab kembali istrinya. Lalu, Nabi Syam'un menarik rantai besi itu, maka terputuslah rantai besi itu.
Akhirnya Nabi Syam'un berkata kepada istrinya, "Wahai istriku, aku ini seorang wali Allah dari sekian banyak Waliyullah yang ada di muka bumi ini, tak ada seorang pun yang mampu mengalahkanku dalam perkara dunia, kecuali rambutku yang panjang ini".
Istrinya pun memperhatikan setiap ucapan suaminya itu. Lalu, sewaktu Nabi Syam'un tertidur, istrinya segera memotong rambutnya sebanyak delapan potong rambut, yang panjangnya sampai terjurai ke tanah, dan mulailah istrinya mengikat kedua tangannya dengan empat gelung rambutnya, dan empat gelung lainnya diikatkan ke bagian kakinya. Ketika Nabi Syam'un terbangun, ia kembali bertanya, "Siapakah yang mengikatku ini?"
"Aku untuk sekedar menguji kekuatanmu," jawab istrinya. Lalu, Nabi Syam'un menarik sekuat tenaga, tapi ia tak berdaya untuk melepaskan ikatan tersebut.
Kemudian, istrinya segera memberitahukan kepada musuh-musuh kafir, dan mereka pun segera datang, dan membawa Nabi Syam'un menuju tempat pembantaian.
Ia lalu diikat ke sebuah tiang, mereka mulai menyiksanya dengan memotong kedua telinganya, mencongkel kedua matanya, bibir, dan memotong kedua tangan dan kakinya, dan semua musuh-musuh kafirnya berkumpul di rumah pembantaian itu.
Kemudian Allah SWT memberi wahyu kepadanya, "Wahai Syam'un, apa yang kamu inginkan? Aku bakal mengabulkannya, dan bakal membalas mereka."
Nabi Syam'un menjawab, "Ya Allah, aku hanya menginginkan Engkau memberi kekuatan kepadaku, hingga aku dapat menggerakkan tiang rumah ini, dan menghancurkan mereka semua."
Kemudian, Allah SWT memberi kekuatan kepadanya, dan ia pun dapat menggerakan tubuhnya, seketika itu pula tiang itu hancur, dan hancur pula rumah itu, atapnya menimpa para kafir itu, semua binasa termasuk isterinya yang kafir itu.
Hanya Nabi Syam'un sendiri yang selamat berkat pertolongan Allah SWT, seluruh anggota tubuhnya kembali seperti semula. Nabi Syam'un pun kembali beribadah kepada Allah SWT selama 1000 bulan, di malam harinya ia menegakkan salat dan pada siang harinya ia berpuasa, dan kembali berjuang mengangkat senjata di jalan Allah SWT.
Dalam salah-satu kitab disebutkan bahwa, setelah mendengar kisah Nabi Syam'un tersebut, para sahabat Nabi Muhammad SAW menangis terharu.
Kemudian, Allah SWT menurunkan surah Al-Qadar melalui malaikat Jibril,
"Hai Muhammad, Allah SWT memberi Lailatul Qadar kepadamu dan umatmu, ibadah pada malam itu lebih utama dari pada ibadah 1.000 bulan".
Sumber https://www.detik.com/
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi



M.rasyid
10 Februari 2026 20:10:04
Lanjut pak Supri semoga RT.03 RW.03 semakin mantap...