Desa Kemlagi
Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto
Memutus Krisis Sampah, Mulai dari Diri Sendiri dan Keluarga, Hari ini Juga

https://kemlagi-mjkkab.desa.id/ - Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Indonesia bertepatan jatuh pada tanggal 21 Februari 2026 Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi sengaja menyajikan artikel terkait dengan bagaimana kontribusi kita selalu warga Desa Kemlagi ikut berpartisipasi mengatasi masalah sampah.
Memutus krisis sampah di Indonesia adalah tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari tindakan kecil di tingkat rumah tangga saat ini juga. Dengan lebih dari 35% sampah di Indonesia tak terkelola dan mencemari lingkungan, perubahan perilaku individual sangat krusial.
Masalah Sampah adalah Masalah Bersama
Pemerintah Desa Kemlagi bersama dengan warganya telah menyadari betapa pentingnya menangani masalah sampah ini. Warga Desa Kemlagi terutama ibu-ibu pernah membuat yang namanya bank sampah yang dikelola di masing-masing lingkungan, namun semenjak adanya Covid-19 yang melanda negeri ini bank sampah kurang berjalan dengan baik dan diganti dengan program lainnya semacam pembuatan ekobrik dan sebagainya.
Disamping itu warga juga telah dibekali dengan pelatihan pengelolaan sampah beberapa tahun yang lalu dengan menghadirkan narasumber dari lembaga yang peduli lingkungan yakni LSM Wehasta dari Trawas Kabupaten Mojokerto.
Namun untuk kegiatan pengambilan sampah dari rumah-rumah warga untuk dibawa ke TPS masih tetap berjalan sampai dengan hari ini dengan dukungan anggaran dari masyarakat dan APBDes Kemlagi.
Sementara itu Pemerintah Desa Kemlagi bertekad menjadikan TPS yang ada di Desa Kemlagi ini menjadi TPS 3R, akan tetapi membutuhkan biaya atau anggaran yang tidak sedikit bahkan sudah beberapa kali mengajukan lewat program Bantuan Keuangan dari Pemkab Mojokerto. Sehingga program ini belum bisa berjalan.
Bahkan sejak tahun 2024 dari segi regulasi Pemerintah Desa Kemlagi sudah mengajukan permohonan evaluasi atau klarifikasi kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto beberapa peraturan desa termasuk tentang pengelolaan sampah di Desa Kemlagi, namun sampai hari ini belum ada kabar beritanya.
Meskipun ada beberapa kendala tersebut diatas, Pemdes Kemlagi mengajak kepada seluruh masyarakat Desa Kemlagi untuk peduli sampah dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Apalagi masyarakat Desa Kemlagi yang kental dengan kehidupan yang religi, maka menjaga kebersihan merupakan bagian dari iman. Ditambah lagi ada fatwa dari MUI bahwa membuang sampah sembarangan hukumnya adalah haram.
Memulai dari diri sendiri dan keluarga hari ini, meskipun kecil, akan memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama. Sampah Anda, Tanggung Jawab Anda.
Berbagai kebutuhan manusia yang semakin banyak membuat keinginan terhadap berbagai macam produk instan pun dibutuhkan, hal ini agar mampu menyeimbangi padatnya aktivitas masyarakat di Indonesia. Tapi, perlu diketahui juga bahwa produk instan terbilang tidak baik bagi lingkungan, karena sering kali menciptakan banyaknya limbah rumah tangga.
Selain sampahnya yang mengganggu, efek sampingnya pun juga menimbulkan aroma tak sedap. Oleh karena itu, kita pun harus mengelola dengan benar agar tak ada bakteri dan kuman yang menyebabkan penyakit. Bagaimana caranya? Yuk, ikutilah beberapa cara di bawah ini agar dapat membuat sistem pengelolaan sampah di rumah menjadi lebih baik.
1. Memisahkan Sampah Sesuai Jenisnya
Cara pertama yang dapat kita lakukan untuk pengelolaan sampah, dapat dimulai dengan memisahkan sampah menjadi 2 (dua) bagian, yakni organik dan anorganik. Kita bisa mulai menyediakan 2 (dua) buah tempat sampah di rumah dan beri tanda untuk mempermudahnya. Cara seperti ini akan mempermudah kita dalam memisahkan sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap harinya.
2. Melakukan Zero Waste
Konsep zero waste yang mulai sering disuarakan agar manusia mulai peduli dengan alam dapat diwujudkan dengan menggunakan barang-barang yang tidak habis pakai. Salah satunya seperti mengganti plastik dengan tas belanja kain, mengganti styrofoam dengan kotak bekal, dan memakai botol untuk mengurangi pemakaian air minum dalam kemasan.
Pada intinya kita bisa mulai mengurangi pemakaian plastik dengan benda-benda yang dapat digunakan secara berulang. Walaupun cukup merepotkan namun, perubahan yang kamu lakukan dapat memberikan dampak yang berarti bagi bumi dan alam.
3. Membuat Pupuk dari Sampah Organik
Pengelolaan sampah selanjutnya juga dapat dilakukan pada sampah organik. Kita tentunya sudah tidak asing dengan teknik daur ulang, bukan? Daripada membiarkan sampah organik berbau busuk karena karena bakteri pengurai ada baiknya kita melakukan daur ulang dengan menjadikannya sebagai pupuk kompos pada tanaman. Namun, jika aroma selama proses pembuatan pupuk kompos cukup mengganggu, kita bisa menyumbangkan sampah organik pada penjual tanaman atau orang yang memiliki kesukaan berkebun. Sehingga, kita tetap ikut berkontribusi dalam pengelolaan sampah.
4. Membersihkan Tempat Sampah Setiap Hari
Tempat sampah di dalam rumah sangat penting untuk dijaga kebersihannya. Oleh sebab itu, kita perlu menjaganya dengan selalu membuang sampah setiap hari dan memastikan tempatnya bersih agar tidak menimbulkan aroma tidak sedap di dalam ruangan. Kita bisa mengalasi tempat sampah dengan plastik yang ramah lingkungan sehingga kebersihannya tetap terjaga setiap saat.
5. Melakukan Daur Ulang Pada Sampah Anorganik
Sama seperti konsep 3R (reuse, reduce, dan recycle) kita dapat membantu pengelolaan sampah dengan memilih barang-barang yang masih dapat digunakan kembali. Misalnya botol kaca yang dapat dibersihkan dan digunakan kembali untuk menyimpan barang atau menjadikannya sebagai hiasan rumah. Sebelum melakukan daur ulang, pastikan juga kemasan seperti kaca, botol, kertas, atau kardus memiliki logo daur ulang agar lebih aman untuk digunakan kembali dengan fungsi berbeda tanpa takut timbulnya reaksi kimia berbahaya.
Melakukan 5 kontribusi dalam pengelolaan sampah di rumah seperti ini setiap harinya, dapat membantu lingkungan kita menjadi lebih bersih, sehat, dan aman dari gangguan bakteri penyebab penyakit di sampah rumah tangga. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita yang ingin ikut serta dalam menciptakan lingkungan sehat bagi keluarga. Siapa yang memproduksi sampah, dialah yang bertanggung jawab.
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi



M.rasyid
10 Februari 2026 20:10:04
Lanjut pak Supri semoga RT.03 RW.03 semakin mantap...