Desa Kemlagi
Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto
Membangun Merek Kuat dan Strategi Pemasaran Tepat Sasaran Kampung Madu Desa Kemlagi

https://kemlagi-mjkkab.desa.id/ - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Dosen Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya menggelar pelatihan branding dan pemasaran digital di Kampung Dynastie Madu, Desa Kemlagi, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (7/7/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program penguatan nilai produk dan pengembangan citra merek untuk mendukung transformasi Kampung Madu Desa Kemlagi menjadi destinasi wisata edukatif.
Selama ini, masyarakat petani madu di Desa Kemlagi menghadapi tantangan serius dalam memasarkan produk.
Penjualan madu cenderung lambat, strategi pemasaran masih konvensional, serta produk hanya terbatas pada madu murni tanpa varian olahan.
Kondisi tersebut membuat banyak petani madu kehilangan motivasi untuk melanjutkan usaha. Ketua Tim PPM, Dr. Susilowati, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai solusi untuk mendongkrak kelesuan pasar.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjual madu murni, tetapi juga mampu menciptakan berbagai produk turunan bernilai tambah, sehingga omzet meningkat dan Desa Kemlagi semakin dikenal sebagai Kampung Wisata Dynastie Madu,” ujarnya
Dalam pelatihan tersebut, tim dosen menghadirkan Widiar Onny Kurniawan sebagai narasumber dengan materi “Membangun Merek Kuat dan Strategi Pemasaran Tepat Sasaran.”
Ia menekankan pentingnya branding dan pemanfaatan teknologi digital agar UMKM siap bersaing di era industri kreatif.
Selain aspek pemasaran, warga PKK dan pelaku UMKM juga mendapatkan praktik langsung membuat berbagai olahan makanan dan minuman berbasis madu, seperti kue bolu madu, aneka kue kering, hingga minuman sehat dengan varian rasa jahe, sereh, kencur, daun jeruk, hingga pedas manis dan buah-buahan.
Susilowati menambahkan, pengembangan produk turunan madu ini tidak hanya menambah pilihan bagi konsumen, tetapi juga membuka peluang baru untuk pemasaran digital.
“Ke depan, produk Dynastie Madu akan diperkuat dengan desain kemasan modern, promosi di marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop, serta integrasi dengan sektor HOREKA (hotel, restoran, katering),” imbuhnya.
Kepala Desa Kemlagi Abd. Wahab, SE dalam kesempatan itu, menyambut baik inisiatif ini. Ia menilai pelatihan tersebut sangat relevan dengan potensi desa.
“Dynastie Madu adalah ikon desa kami. Dengan adanya pelatihan ini, kami optimistis bisa mengembangkan desa sebagai pusat ekonomi sekaligus destinasi wisata edukatif,” katanya.
Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, Kampung Dynastie Madu diharapkan mampu bangkit, memperluas pasar, serta menjadi contoh pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal yang berdaya saing di era digital.
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi



M.rasyid
10 Februari 2026 20:10:04
Lanjut pak Supri semoga RT.03 RW.03 semakin mantap...