Desa Kemlagi
Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto
Tanam Melon Hidroponik Menunjang Program Ketahanan Pangan

https://kemlagi-mjkkab.desa.id/ - Pemerintahan Prabowo telah menetapkan bahwa untuk menunjang program ketahanan pangan, maka Pemerintah Desa wajib menganggarkan penyertaan modal kepada Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) minimal 20 % dari pagu Dana Desa yang diterima masing-masing desa khusus untuk program ketahanan pangan.
Masing-masing desa yang ada di Indonesia ini tentunya belum semua Bumdes-nya memiliki unit yang khusus untuk menunjang program ketahanan pangan, termasuk. Bumdes "Madep Manteb" yang dimiliki oleh Desa Kemlagi. Maka pada hari Kamis, 6 Maret 2025 Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi mengunjungi salah satu lokasi kebun yang menanam melon dengan model hidroponik milik mas Rosi yang ada di Dusun Pandan Toyo Desa Pandankrajan Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto.
Model tanaman hidroponik artinya tanaman melon yang tidak menggunakan media tanah, tapi dengan memanfaatkan air yang mengalir terus menerus dengan ditambahkan nutrisi tertentu yang dibutuhkan tanaman melon. Hal ini cocok sekali jika dikembangkan pula di Desa Kemlagi, mengingat Desa Kemlagi merupakan desa yang tidak memiliki banyak lahan untuk bercocok tanam.
Rosi selaku pemilik kebun melon hidroponik menyampaikan bahwa luas lahan yang dibutuhkan saat ini dengan ukuran 6 X 20 meter bisa menampung sebanyak 350 (tiga ratus lima puluh) batang pohon melon. "Kami menanam melon ini sebelumnya pernah gagal, tanaman melon banyak yang mati dan ternyata setelah kita pelajari bahwa penyebab kematiannya adalah karena airnya menjadi panas terkena sinar matahari langsung, sehingga untuk selanjutnya air yang ada di paralon kita tutupi dengan aluminium foil", tutur istrinya mas Rosi.
"Modal awal sekitar Rp. 90 Juta dan kami bisa menanam melon secara hidroponik ini adalah otodidak, biasanya kami belajar dari youtube dan sampai dengan hari ini kami belum mendapatkan pembinaan dari dinas atau instansi manapun", ucap Rosi.
Tim Informasi selanjutnya memilih dan memanen sendiri buah melon dari batang/pohonnya memakai alat potong yang sudah disediakan oleh pemilik kebun, kemudian setelah selesai memilih melon selanjutnya ditimbang dengan harga Rp. 35.000 per kilogram-nya.
Melon yang ditanam di kebun ini ada 2 (dua) jenis yakni jenis Kirani dan Intanon. Pada saat Tim Informasi berkunjung ke tempat ini, jenis melon yang sudah bisa di panen adalah jenis Kirani, rasanya renyah dan manis. Sementara yang jenis Intanon yang empuk dan manis ini baru bisa dipanen seminggu kedepan.
Informasi selengkapnya bisa disimak dikanal YouTube Wisata Petik Melon
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi



M.rasyid
10 Februari 2026 20:10:04
Lanjut pak Supri semoga RT.03 RW.03 semakin mantap...