Desa Kemlagi
Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto
Kusbini Pencipta Lagu Bagimu Negeri Terlahir di Desa Kemlagi

https://kemlagi-mjkkab.desa.id/ - Pemerintah Desa Kemlagi terus berupaya menggali sejarah Desa Kemlagi termasuk diantaranya dari narasumber sesepuh yang ada di Desa Kemlagi dengan menceritakan situs peninggalan nenek moyang yang ada di desa ini meliputi sejarah keberadaan punden yang ada di Kemlagi Utara serta bok pendem yang ada di Kemlagi Selatan. Cerita dua situs tersebut disimpan di kanal YouTube Desa Kemlagi dalam playlist Cikal Bakal Desa Kemlagi
Dari tayangan kanal YouTube tersebut diatas ternyata mendapatkan respon dari salah satu pemirsa kanal YouTube Desa Kemlagi dari pulau dewata Bali bahwa sejarah keberadaan Desa Kemlagi ada di prasasti Kamalgyan yang ada di Trosobo Sidoarjo. Kalau benar ini menunjukan keberadaan Desa Kemlagi sudah ada pada zaman Airlangga atau jauh sebelum adanya kerajaan Majapahit.
Namun kali ini kita akan mengupas tentang profil salah satu tokoh yang juga merupakan bagian dari sejarah Desa Kemlagi karena beliau ini terlahir di Desa Kemlagi. Beliau adalah Raden Koesbini (biasanya orang menyebut Kusbini), lagu ciptaannya yang menjadi salah satu lagu nasional adalah "Bagimu Negeri".
Alhamdulillah terkait kisah hidup Kusbini ini Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi telah mendapatkan izin dari penulis akun FB Serpihan Catatan Ayuhannafiq untuk dipublikasikan di website Desa Kemlagi ini.
Raden Koesbini lahir di Kemlagi pada 1 Januari 1909 (konon ada yang menyebutkan tahun 1910-red). Dia anak R. Koesnio, seorang mantri kehutanan (hoofdiner Boswissen) dan ibunya bernama Moesinah. Sebagai anak pegawai kehutanan maka Koesbini terbiasa hidup berpindah tempat di daerah yang boleh dibilang kawasan pinggiran. Maka Koesbini pun banyak bergaul dengan anak-anak desa tepi hutan yang hidup dalam kesengsaraan jaman penjajahan.
Di sebelah utara perempatan Desa Kemlagi memang ada lokasi Kemantrian kehutanan yang menjadi bagian dari pemangku kehutanan Mojokerto. Kemungkinan besar di tempat yang sekarang digunakan sebagai tempat pembibitan tanaman itulah Koesbini kecil lahir dan menghabiskan waktu bermainnya. Hidup di Kemlagi memang tidak lama karena harus mengikuti orang tuanya pindah tugas sebagai Mantri Kehutanan.
Sejak kecil mamang gandrung dengan alat musik. Dia belajar secara otodidak dengan bimbingan kakaknya, Koesbandi. Setelah selesai sekolah Koesbini segera menyusul kakaknya yang terlebih dulu merintis karir musik di Surabaya. Koesbini bergabung dengan orkes keroncong Jong Indische Stryken Tokkel Orkest (JISTO) dimana Koesbandi juga ada di dalamnya. Sang kakak memang menjadi panutan Koesbini dalam memulai karirnya. Karena minatnya pada musik itu dia ingin menambah ilmu dengan masuk pada Algemene Muziekler Apollo (Sekolah Musik Apollo) di Malang tahun 1927. Kisah Kusbini selengkapnya bisa di baca di akun FB Serpihan Catatan Ayunnafiq
Keturunan dari Kusbini tidak ada yang tinggal di Desa Kemlagi dan kabar terakhir bahwa anak cucu atau keturunannya bertempat tinggal di Jl. Kusbini Yogyakarta.
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi



M.rasyid
10 Februari 2026 20:10:04
Lanjut pak Supri semoga RT.03 RW.03 semakin mantap...